welcome itu selamat datang
di blog anggawedhaswhara
untuk mengunjungi websitenya,
silahkan scan QR-Code berikut

whatyourart

enter itu masuk

Tuesday, January 27, 2009

Catatan 3: Dican dan Sepasang iPod Canggih.

:buat Dican, adik kecilku

Dican punya iPod baru. Dibelikan ayahnya dari kawasan elektronika Glodok di Jakarta. Warnanya merah hati, seperti warna baju yang dikenakan ayahnya sewaktu membeli iPod merah hati itu. Tombol-tombolnya putih. Sisanya kabel berwarna putih yang membuat penampakannya menjadi manis dan elegan. Bahkan seorang Bill Gates pun tak akan mampu membelinya.

Saking senangnya, Dican pun ingin berbagi kebahagiaan dengan Anto kekasih barunya yang hobi berpakaian kuning. Akhirnya dibelilah sebuah iPod yang sama, yang bahkan Bill Gates pun tak sanggup membelinya. Maka, genaplah satu pasang iPod merah muda dimiliki Dican.

Satu miliknya yang adalah pembelian ayahnya, satu lagi untuk kekasih Dican yang selalu berbaju kuning yang adalah pembelian Dican seorang.

****

Senja itu warnanya abu-abu, dengan membawa kotak berisi iPod merah hati Dican pergi menuju rumah Anto yang berbaju kuning. Terlihat bayangan Dican dengan latar matahari yang perlahan tenggelam ditelan bumi.

Romantis benar senja itu.

Anto sedang memotong tanaman pagar didepan rumahnya. Sekonyong-konyong Dican datang.

"Aa, aku punya hadiah buat aa.."

"Hai Dican, apakabar? sudah darimana?"

"Ini a, aku punya kejutan buat aa"

"Apa can?, aku sudah tahu perihal kening lebarmu itu..."

"Ah, si aa mah! bukan itu. aku punya hadiah buat aa"

"Hadiah apa Tarang* ku?"

"Ini a, buka saja..."


Anto yang berbaju kuning itu diam saja saat membuka hadiahnya. Tak ada rona bahagia atau sedikit pun rasa terimakasih.

Lalu Dican pun bertanya, "Kenapa a? aa ga suka?"

"Aa marah? kenapa a? jawab a? jawab?"

"Kamu tahu apa warna kesukaanku?"

"Kuning a.."

"Terus kenapa kamu belikan warna merah hati ini?"

"Biar sama a.."

"Tapi aku ga suka. Nih kamu ambil lagi, ga usah kasih-kasih lagi aku hadiah"

"Aa..........."

Lagu putus cinta mendayu.

Tapi Dican tidak menangis.


****

Diberikannya iPod merah hati itu pada ayahnya. Alang kepalang bahagianya si ayah. Bahagia tak terperikan.

Akhirnya Dican sekarang memiliki iPod yang sama dengan ayahnya. iPod canggih berwarna merah hati yang bahkan Bill Gates pun tak sanggup membelinya.

Memang, malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya**.




Slipi, 27 Januari 2009 | 00:04
anggawedhaswhara


catatan:
* bahasa sunda=kening
** saya berterimakasih pada Dewi Lestari atas kalimat ini.

LUDAH AMERIKA - Hujan Band



Song: Ludah Amerika - Hujan Band
Edited: anggawedhaswhara
video source: Youtube.com

Saturday, January 24, 2009

FOOD FOR RESISTANCE!

Mendapat e-mail dari sahabat lama saya, Ferial Afif. Seorang performer artist yang kini bermukim di Jogja. mengundang saya untuk turut serta dalam Asian Youth Imagination 2, yang akan mengundang beberapa seniman muda pelaku performans di Asia yang mayoritas kelahiran tahun 80an. Dilaksanakan pada 28 Februari - 11 Maret 2008 di Jogja Gallery.

Akhirnya saya harus mengirimkan Konsep Karya dan menjawab beberapa pertanyaan seperti berikut,

Deskripsi mengenai kamu secara pribadi/personal (10 baris)?
Saya lahir dan dibesarkan di Bandung sejak tanggal 15 Januari 1983. Menyelesaikan pendidikan pada program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Unpad. Saya adalah seorang performer artist yang aktif mempresentasikan karya perfomance art sejak tahun 2003. Sejak menyelesaikan kuliah pada awal tahun 2007, saya mulai intens untuk mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, dunia pertanian, revolusi hijau, dan politik pangan dalam karya-karya performance art saya dengan kesadaran “hutang profesi”. Terlahir dalam keluarga yang “nyantri” , adalah sebuah tantangan bagi saya karena aktifitas kesenian yang saya lakukan sering dianggap “aneh” oleh keluarga. Namun hal itu yang akhirnya membuat saya banyak belajar bagaimana mendekatkan seni dan masyarakat dan akhirnya memikirkan cara bagaimana seni yang saya buat menjadi “mudah” bagi orang-orang.

Sejarah singkat sampai akhirnya mengikuti/melakukan performans (10 baris)?
Awal ketertarikan saya pada kesenian dimulai sejak bergabung dengan Teater Ah SMU Negeri 1 Bandung pada tahun 1998. Bosan dan jenuh bermain teater “konvensional”, pada tahun 2003 saya memastikan diri untuk menjadi seorang performance artist setelah turut serta dalam Bandung Performance Art Festival #2, lalu terpilih untuk berpartisipasi pada 2nd IAPAO Meeting . Karya performance art saya pernah di presentasikan di Bandung, Garut, Jakarta, Jogjakarta dan Malang baik di ruang public, kampus maupun di ruang kesenian. Tahun 2006 saya terpilih sebagai seniman yang mempresentasikan karyanya di Bandung New Emergence Volume 1. Pada tahun 2007 saya di undang untuk mempresentasikan karya performance art di Notthatbalai Art Festival, Kuala Lumpur. Sejak menyelesaikan kuliah pada awal tahun 2007, saya mulai intens untuk mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan, dunia pertanian, revolusi hijau, dan politik pangan dalam karya-karya performance art saya dengan kesadaran “hutang profesi”. Terakhir mempresentasikan karyanya pada 2nd Jatiwangi Arts Festival – International Performance Art in Residence, Agustus 2008.

Siapa yang menjadi inspirasi kamu dalam hidup?
STEVE JOBS dan para petani

Konsep dan rencana karya
Judul : FOOD FOR RESISTANCE
Konsep : Mari makan dan melawan!

Plot :
1. Arena berbentuk seperti dapur. Saya sudah siap dengan perlengkapan masak dan bahan2 makanan.
2. Lalu saya akan sedikit bercerita tentang bahan2 makanan yang akan saya olah ini darimana asalnya.
3. Sembari bercerita tentang bahan2 makanan itu saya akan membuat bentukan-bentukan serupa senjata untuk kemudian di foto masing-masingnya.
4. Bentukan-bentukan itu kemudian saya olah menjadi makanan siap santap untuk kemudian di santap bersama-sama audience.
5. Selesai!

Material :
1. Seperangkat kompor gas pembagian pemerintah.
2. Wajan, pisau, dan alat masak penunjangnya.
3. Bahan2 makanan dari sortiran hypermarket serupa Carefour, Giant, dll
4. Rice Cooker
5. Meja
6. Daun pisang



begitulah akhirnya saya mengirimkan kebutuhan-kebutuhan yang dimintanya. Semoga saya diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya saya dalam event tersebut. Insyaallah...

Wednesday, January 21, 2009

AKU MENJELAGA

aku menjelaga jingga
ada apa dengan senja yang menguning itu?

gelisah memampat pada aroma tubuhmu yang aduhai
kapan mendendangkan lagi lagu rindu?

aku
jelagaku

membakar sisa senja yang buram


BK39, 22 januari 2009 | 17:21
anggawedhaswhara

Saturday, January 10, 2009

Diplomasi Munafik ala Yahudi Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel

Diplomasi Munafik ala Yahudi
Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel

Paul Findley
(mantan anggota Kongres AS)

* * *


KLAIM-KLAIM ISRAEL ATAS PALESTINA

Israel mendasarkan klaim-klaimnya untuk mendirikan sebuah negara di Palestina atas tiga sumber utama: warisan Perjanjian Lama dari Kitab Injil, [1] Deklarasi Balfour yang diumumkan Inggris Raya pada 1917, dan pembagian Palestina menjadi negara Arab dan negara Yahudi yang direkomendasikan oleh Majelis Umum PBB pada 1947.


OMONG KOSONG

" Atas dasar hak alamiah dan hak kesejarahan kita... dengan ini [kami] memproklamasikan berdirinya sebuah Negara Yahudi di Tanah Israel-Negara Israel ." --Deklarasi Kemerdekaan Israel, 1948 [2]

FAKTA

Menurut sejarah, bangsa Yahudi bukanlah penduduk pertama Palestina, pun mereka tidak memerintah di sana selama masa pemerintahan bangsa-bangsa lain. Para ahli arkeologi modern kini secara umum sepakat bahwa bangsa Mesir dan bangsa Kanaan telah mendiami Palestina sejak masa-masa paling kuno yang dapat dicatat, sekitar 3000 SM hingga sekitar 1700 SM. [3][4] Komisi King-Crane AS menyimpulkan pada 1919 bahwa suatu klaim "yang didasarkan atas pendudukan pada masa dua ribu tahun yang lalu tidak dapat dipertimbangkan secara serius." [5] Selanjutnya datanglah penguasa-penguasa lain seperti bangsa-bangsa Hyokos, Hittit, dan Filistin. Periode pemerintahan Yahudi baru dimulai pada 1020 SM dan berlangsung hingga 587 SM. Orang-orang Israel kemudian diserbu oleh bangsa-bangsa Assyria, Babylonia, Yunani, Mesir, dan Syria hingga Hebrew Maccabeans meraih kembali sebagian kendali pemerintahan pada 164 SM. Tetapi, pada 63 SM Kekaisaran Romawi menaklukkan Jerusalem dan pada 70 M menghancurkan Kuil Kedua dan menyebarkan orang-orang Yahudi ke negeri-negeri lain. Ringkasnya, bangsa Yahudi kuno menguasai Palestina atau sebagian besar darinya selama kurang dari enam ratus tahun dalam kurun waktu lima ribu tahun sejarah Palestina yang dapat dicatat --lebih singkat dibanding bangsa-bangsa Kanaan, Mesir, Muslim, atau Romawi.

Pada 14 Mei 1948, sekitar tiga puluh tujuh orang menghadiri pertemuan Tel Aviv di mana kemerdekaan Israel dinyatakan sebagai "hak alamiah dan historis." Namun para kritikus menuduh bahwa aksi mereka tidak mempunyai kekuatan yang mengikat dalam hukum internasional sebab mereka tidak mewakili mayoritas penduduk pada waktu itu. Sesungguhnya, hanya satu orang di antara mereka yang dilahirkan di Palestina; tiga puluh lima orang berasal dari Eropa dan seorang dari Yaman. Tegas sarjana Palestina Issa Nakhleh: "Minoritas Yahudi tidak berhak untuk menyatakan kemerdekaan suatu negara di atas wilayah yang dimiliki oleh bangsa Arab Palestina." [6]

OMONG KOSONG

" 'Sertifikat kelahiran' internasional Israel disahkan oleh janji dalam Kitab Injil ." --AIPAC,[*)] 1992 [7]

FAKTA

Klaim-klaim tentang dukungan ilahiah atas ambisi-ambisi kesukuan maupun kebangsaan sangat lazim ditemukan di masa kuno. Bangsa-bangsa Sumeria, Mesir, Yunani, dan Romawi semuanya menyitir wahyu-wahyu ilahi untuk penaklukan-penaklukan mereka. Sebagaimana dicatat oleh ahli sejarah Frank Epp: "Setiap fenomena dan proses kehidupan dianggap sebagai hasil campur tangan dewa atau dewa-dewa... bahwa sebuah negeri yang baik telah dijanjikan kepada bangsa yang lebih baik oleh dewa-dewa yang lebih tinggi." [8] Tidak ada pengadilan atau badan dunia di masa sekarang ini yang akan menganggap sah suatu hak pemilikan yang didasarkan atas klaim yang dinyatakan berasal dari Tuhan. [9] Bahkan bagi mereka yang mengartikan restu Injil secara harfiah sebagai restu dari Tuhan, para ahli Injil seperti Dr. Dewey Beegle dari Wesley Theological Seminary menyatakan bahwa bangsa Yahudi kuno tidak berhasil mematuhi perintah-perintah Tuhan dan karenanya kehilangan janji itu. [10]

OMONG KOSONG

" Hak [bangsa Yahudi untuk melakukan restorasi nasional di Palestina] diakui oleh Deklarasi Balfour ." --Deklarasi Kemerdekaan Israel, 1948 [11]

FAKTA

Deklarasi Balfour secara sengaja tidak mendukung pendirian suatu bangsa Yahudi. Deklarasi itu termuat dalam sebuah surat yang dikirimkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour kepada Lord Rothschild, presiden Federasi Zionis Inggris, pada 2 November 1917. Deklarasi itu telah disetujui oleh kabinet Inggris dan dikatakan: "Pemerintah menyetujui didirikannya sebuah tanah air bagi bangsa Yahudi di Palestina, dan berusaha sebaik-baiknya untuk melancarkan pencapaian tujuan ini, setelah dipahami secara jelas bahwa tidak akan dilakukan sesuatu yang dapat merugikan hak-hak sipil dan hak-hak keagamaan komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, atau hak-hak dan status politik yang dinikmati oleh bangsa Yahudi di setiap negeri lain." [12] Pada 1939 British White Paper secara khusus menyatakan bahwa Inggris "tidak bermaksud mengubah Palestina menjadi sebuah Negara Yahudi yang bertentangan dengan kehendak penduduk Arab di negeri itu." [13]

OMONG KOSONG

" [Palestina adalah] tanah air tanpa rakyat bagi rakyat [Yahudi) yang tidak bertanah air ." --Israel Zangwill, Zionis senior, c. 1897 [14]

FAKTA

Ketika Deklarasi Balfour diumumkan pada 1917 ada kira-kira 600.000 orang Arab di Palestina dan kira-kira 60.000 orang Yahudi. [15] Lebih dari tiga puluh tahun selanjutnya rasio itu menyempit ketika imigrasi Yahudi bertambah, terutama akibat adanya kebijaksanaan anti-Semit Adolf Hitler. Namun, menjelang akhir 1947 ketika PBB berencana untuk membagi Palestina, bangsa Arab masih merupakan penduduk mayoritas, dengan jumlah orang Yahudi mencapai hanya sepertiganya --608.225 orang Yahudi berbanding 1.237.332 orang Arab. [16] [17] Ketika Max Nordau, seorang Zionis senior dan sahabat Zangwill, mengetahui pada 1897 bahwa ada penduduk asli Arab di Palestina, dia berseru: "Aku tidak tahu itu! Kita tengah melakukan suatu kezaliman!"

Penduduk Palestina bukan hanya sudah ada di sana, mereka bahkan telah menjadi masyarakat mapan yang diakui oleh bangsa-bangsa Arab lainnya sebagai "bangsa Palestina." Bangsa itu terdiri atas golongan-golongan intelektual dan profesional terhormat, organisasi-organisasi politik, dengan ekonomi agraria yang tengah tumbuh dan berkembang menjadi cikal bakal industri modern. [18] Kata ilmuwan John Quigley: "Penduduk Arab telah mapan selama beratus-ratus tahun. Tidak ada migrasi masuk yang berarti dalam abad kesembilan belas." [19]

OMONG KOSONG

" Atas dasar... resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan ini [kami] memproklamasikan berdirinya sebuah Negara Yahudi di Tanah Israel --Negara Israel ." --Deklarasi Kemerdekaan Israel, 1948 [20]

FAKTA

Hanya karena tekanan kuat dari pemerintahan Truman sajalah maka Rencana Pembagian PBB diluluskan oleh Majelis Umum pada 29 November 1947, dengan perolehan suara 33 lawan 13 dan dengan 10 abstain dan 1 absen. Di antara bangsa-bangsa yang mengalah pada tekanan AS adalah Prancis, Ethiopia, Haiti, Liberia, Luksemburg, Paraguay, dan Filipina. [21] Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Sumner Welles menulis: "Melalui perintah langsung dari Gedung Putih setiap bentuk tekanan, langsung maupun tak langsung, dibawa untuk disampaikan oleh para pejabat Amerika kepada negara-negara di luar dunia Muslim yang diketahui belum menentukan sikap atau menentang pembagian itu. Para wakil dan perantara dikerahkan oleh Gedung Putih untuk memastikan bahwa suara mayoritas akan terus dipertahankan." [22]

Rencana pembagian, yang dinamakan Resolusi 181, membagi Palestina antara "negara-negara Arab dan Yahudi yang merdeka dan Rezim Internasional Istimewa untuk Kota Jerusalem." [23][24] Namun Majelis Umum, tidak seperti Dewan Keamanan, tidak mempunyai kuasa lebih dari membuat rekomendasi. Ia tidak dapat mendesakkan rekomendasi-rekomendasinya, pun rekomendasi-rekomendasi itu tidak mengikat secara hukum kecuali untuk masalah-masalah internal PBB. [25] Calon Menteri Luar Negeri Israel Moshe Sharett mengatakan bahwa resolusi itu mempunyai "kekuatan mengikat," dan Deklarasi Kemerdekaan Israel mengutipnya tiga kali sebagai dasar kebenaran yang sah bagi berdirinya negara itu.

Bangsa Palestina, yang memang berhak, menolak rencana pembagian itu sebab rencana tersebut memberikan pada bangsa Yahudi lebih dari separuh Palestina, meskipun dalam kenyataannya mereka itu hanyalah sepertiga penduduk dan hanya memiliki 6,59 persen tanah. [26] Di samping itu, bangsa Palestina berkeras bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mempunyai hak yang sah untuk merekomendasikan pembagian jika mayoritas penduduk Palestina menantangnya. Sekalipun demikian, dengan menolak pembagian tidak berarti bangsa Palestina menolak klaim mereka sendiri sebagai suatu bangsa merdeka. Yang mereka tentang adalah negara Yahudi yang didirikan di atas tanah Palestina, bukan hak orang-orang Yahudi sebagai suatu bangsa.

Pemimpin Yahudi David Ben-Gurion menasihati para koleganya untuk menerima pembagian itu sebab, katanya pada mereka, "dalam sejarah tidak pernah ada suatu persetujuan final --baik yang berkaitan dengan rezim, dengan perbatasan-perbatasan, dan dengan persetujuan-persetujuan internasional." [27]

Salah seorang perintis Zionis besar, Nahum Goldmann, mengungkapkan sikap pragmatis dengan cara berbeda: "Tidak ada harapan bagi sebuah negara Yahudi yang harus menghadapi 50 tahun lagi untuk berjuang melawan musuh-musuh Arab." [28]

OMONG KOSONG

" Aslinya Palestina mencakup Yordania ." Ariel Sharon, Menteri Perdagangan Israel, 1989 [29]

FAKTA

Dalam sejarah panjang Imperium Islam/Usmaniah, Palestina tidak pernah berdiri sebagai suatu unit geopolitik atau administratif yang terpisah. Ketika daerah di Laut Tengah bagian timur antara Lebanon dan Mesir diambil alih oleh Inggris Raya dari Turki pada akhir Perang Dunia I, bagian-bagian tertentu dari apa yang disebut Palestina berada di bawah wilayah administrasi Beirut sementara Jerusalem menjadi sanjak, sebuah distrik otonom. [30] Daerah di sebelah timur sungai Yordan --Transyordan-- adalah, dalam kata-kata sarjana Universitas Tel Aviv Aaron Klieman, "sesungguhnya merupakan terra nullius di bawah kekuasaan bangsa Turki dan dibiarkan tanpa kepastian dalam pembagian Imperium Usmaniah." [31]

Dalam memulai mandat di Palestina atas nama Liga Bangsa-bangsa pada 1922, Inggris mendapatkan Palestina dan Transyordan ke arah timur hingga Mesopotamia, yang menjadi Irak. Sekarang wilayah yang sama berarti mencakup Israel, Yordania, Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem. Pada Desember 1922, Inggris menyatakan pengakuannya atas "eksistensi suatu Pemerintahan konstitusional yang merdeka di Transyordan." Dan pada 1928 dinyatakan secara khusus bahwa Palestina adalah daerah di sebelah barat sungai Yordan. [32] Hanya di Palestina sajalah Inggris beranggapan bahwa janjinya dalam Deklarasi Balfour dapat diterapkan untuk membantu mendirikan suatu tanah air Yahudi.

Catatan kaki:

1 Lihat, misalnya, Kitab Kejadian 15:18, 'Pada hari itu Tuhan membuat perjanjian dengan Ibrahim melalui firman, 'Untuk keturunanmu Aku berikan tanah ini, dari sungai Mesir hingga sungai besar, sungai Efrat.'"

2 Ben-Gurion, Israel, 80. Teks deklarasi itu dicetak kembali di hlm. 79-81.

3 Bright, A History of Israel, 17-18. Lihat juga Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, 953-70.

4 Epp, Whose land is Palestine?, 39-40. Juga lihat The New Oxford Annotated Bible, 1549-50; Beatty, Arab and Jew in the Land of Canaan, 85.

5 Grose, Israel in the Mind of America, 88-89. Kutipan-kutipan dari laporan Komisi King-Crane terdapat dalam Khalidi, From Haven to Conquest, 213-18, dan Laqueur dan Rubin, The Israel-Arab Reader, 34-42.

6 Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, 4.

*) AIPAC adalah American Israel Public Affairs Committe, lobi utama yang mendukung Israel di Amerika Serikat

7 Bard dan Himelfarb, Myths and Facts, 1.

8 Epp, Whose Land Is Palestine?, 38, 41.

9 Guillaume, Zionists and the Bible, 25-30, dicetak ulang dalam Khalidi, From Haven to Conquest. Lihat juga Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, 953-70.

10 Dewey Beegle, wawancara dengan penulis, 12 Januari 1984.

11 Ben-Gurion, Israel, 80.

12 Sanders, The High Walls of Jerusalem, 612-13.

13 Sachar, A History of Israel, 222.

14 Dikutip dalam Elon, The Israelis, 149.

15 Palestine: Blue Book, 1937 (Jerusalem: Government Printer, 1937), dikutip dalam Epp, Whose Land Is Palestine?, 144. Lihat juga Khalidi, From Haven to Conquest, Lampiran 1.

16 Perserikatan Bangsa-Bangsa, laporan subkomite kepada Komite Khusus untuk Palestina, A/AC al/32, dicetak ulang dalam Khalidi, From Haven to Conquest, 675.

17 Sachar, A History of Israel,163.

18 Said et al., "A Profile of the Palestinian People," dalam Said dan Hitchens, Blaming the Victimis,135-37.

19 Quigley, Palestine and Israel, 73. Lihat juga Khalidi, Before Their Diaspora; Nakhleh, Encyclopedia of the Palestine Problem, terutama Bab 1 dan Bab 2.

20 Ben-Gurion, Israel, 80.

21 Sheldon L. Richman, "'Ancient History': U.S. Conduct in the Middle East since World War II and the Folly of intervention," pamflet Cato Institute, 16 Agustus 1991.

22 Welles, We Need Not Fail, dikutip dalam ibid. Lihat juga Muhammad Zafrulla Khan, "Thanksgiving Day at Lake Success, November 17, 1947;" Carlos P. Romulo, "The Philippines Changes Its Vote;" dan Kermit Roosevelt, "The Partition of Palestine: A Lesson in Pressure Politics," semuanya dalam Khalidi, From Haven to Conquest, 709-22, 723-26, 727-30, secara berturut- turut.

23 Teks Resolusi 181 (II) terdapat dalam Tomeh, United Nations Resolutions on Palestine and the Arab-Israeli Conflict, 1: 4-14.

24 Mallison dan Mallison, The Palestine Problem in International Law and World Order, 171.

25 Quigley, Palestine and Israel, 47.

26 Cattan, Palestine, the Arabs, and Israel, 29; John Ruedy, "Dinamics of Land Alienation," dalam Abu-Lughod, Transformation of Palestine, 125, 134; Said, The Question of Palestine, 98.

27 David Ben-Gurion, War Diaries, dikutip dalam Flapan, The Birth of Israel, 13.

28 Findley, They Dare to Speak Out, 273.

29 Sharon, Warrior, 246.

30 Ibrahim Abu-Lughod, "Territorially-based Nationalism and the Politics of Negation" dalam Said dan Hitchens, Blaming the Victims, 195.

31 Klieman, Foundations of British Policy in the Arab World, 68.

32 Ibid., 234-35. Lihat juga Fromkin, A Peace to End All Peace, 560.

Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel oleh Paul Findley Judul Asli: Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship by Paul Findley Terbitan Lawrence Hill Brooks, Brooklyn, New York 1993 Penterjemah: Rahmani Astuti, Penyunting: Yuliani L. Penerbit Mizan, Jln. Yodkali No. 16, Bandung 40124 Cetakan 1, Dzulhijjah 1415/Mei 1995 Telp.(022) 700931 Fax.(022) 707038

Friday, January 09, 2009

obrolan dengan Al-Ustadz Hilal Ramadhan...

Al Mukarom: bukankah itu yang diajarkan rasulullah? menasihati tidak di depan umum...
7:20pmHilal: ini kan zaman high tech dong
7:21pmAl Mukarom: alah... tidak konstekstual itu hightech2an...
7:21pmHilal: semua lini bisa dimanfaatkan sepanjang itu tdk diharamkan
heheh... rada kapitalis atauh meh keren
7:21pmAl Mukarom: si kehed tehh! bener eta mah... ngan soal menasihati didepan publik itu yang harus lebih hati2... afwan...
7:22pmHilal: betul... harus nyar'i lebih tepatnya mah
7:22pmAl Mukarom: bener ray... hal ini yang saya maksud.. mudah2an antum memahami sikap ana..
7:23pmHilal: btwi coba lihat statemen terakhir andri, dia sudah mulai terbuka
dia memang mengakui pemahaman Islamnya masih kurang. peluang da'wah dung,sok tah anyeuna bagian antum,
7:24pmAl Mukarom: tapi coba antum berempati sebagai andri... berapa besar gengsi yang dia jatuhkan untuk menulis hal itu... antum tahu sendiri andri...
7:24pmHilal: secara pribadi wehhh, heheh
tapi sy menghargai kebesaran hatinya
ketika tdk tahu dia mengakuinya
itu ciri orang yg berjiwa besar dung
7:25pmAl Mukarom: saya pun sangat menghargai itu... alangkah lebih okenya kalo antum secara pribadi menulis di wallnya soal hal ini... sekalian minta maaf kalo ada yang membuat dia tersinggung... itu lebih elegan...
7:26pmHilal: memang sy juga akan memberikan closing statemen dung
7:26pmAl Mukarom: jiga ente gelut jeung jelema terus meunang, tapi geus kitu musuhna ku ente diobatan... kitu kira2...
7:28pmHilal: btw keur dimana antum
7:44pmAl Mukarom: ana dikantor ustadz...
8:00pmAl Mukarom:ray... obrolan kita saya upload di blog saya ya?
menarik nih kayanya...
8:08pmHilal: sori tadi nganter si Ilham.. mo pulang ke bdg dia
8:10pmHilal: haha... silakan saja dung klo lah ada sedikit kebaikan yg bisa diambil
8:22pmAl Mukarom: insyaallah... ini judulnya tentang bagaimana menasihati secara syar'i..
hehehe...

Friday, January 02, 2009

Lelaki Itu Bernama Armand

Saya tak akan melupakan peristiwa ini dalam catatan akhir tahun 2008 saya..
Alkisah, saya berjalan-jalan ke BragaCitywalk dengan niatan hangout dan nonton film di 21 di sana.. peristiwa kedatangan dan kegiatan disana berjalan sebagaimana mestinya tanpa kurang satu apapun. Namun sepulangnya darisana ada yang menarik. Marilah saya ceritakan.

Seperti seharusnya motor parkir disana saya mengambil lantai B3 sebagai tempat parkir, artinya saya memarkir kendaraan dilantai terbawah gedung itu. Begitu usai saya membayar jasa parkir, saya mendapati motor saya tersendat2 seperti tanda habis bensin. Betul saja, jarum penunjuk menunjuk huruf E, damn! habis bensin. Tapi sebagai seorang yang pantang menyerah, sehabis memiring2kan motor kemudian stater motor saya tekan lagi hingga menghasilkan raungan motor yang tersenggal-senggal. "Ok, mau maju nih... segera ke pom bensin..", ujarku dalam hati.

Namun, apatah daya baru sampai di B1 motor sudah mati lagi. Segenap daya upaya saya lakukan lagi, namun tiadalah hasil yang berarti. Hingga akhirnya seorang petugas parkir menghampiri.

"Kenapa kang?", tanyanya langsung setelah tersenyum

"Abis bensin kang.. saateun pisan... didorong, tapi masih aya 2 lantai lg nya?"

"Mau saya anter beli atuh kang? pake motor saya?"

saya diam, bertanya dalam hati namun tak berucap.

"Ga apa-apa?"

"Ga apa-apa... motor saya dibawah kang..", sambil berlalu dan saya terkaget-kaget olehnya..

Sampai di B3, saya masuk lagi diparkiran. Terlihat si akang tadi sedang mempersiapkan motornya.

"Mangga, ini kuncinya.."

Saya masih bingung..

"Akang percaya sama saya?"

"Sok aja.. santailah saya mah..."

Saya masih ga percaya ini orang ngasih pinjem motornya sama yang baru dia kenal.

Biar dia tenang juga minjemin motornya sama saya, saya kasih kunci dan stnk motor saya. Dan sambil ngasih saya masih ga percaya ada orang yang percaya ngasih motornya sama orang yang baru dikenalnya.

Pas keluar, petugas jaga pintu bertanya pada saya?

"Kakaknya Armand?"

"Oh, bukan... baru kenal barusan juga"

Lelaki itupun bingung dan seolah tak percaya mempersilahkan saya beranjak dari sana.

Bergegas menuju Jalan Naripan akhirnya saya menemukan pom bensin, setelah sebelumnya membeli kemudian menyiram pohon oleh air dari botol air mineral yang baru saya beli demi mendapatkan botol bagi sang bensin.

Sepulangnya, lelaki yang akhirnya saya ketahui bernama Armand itu menghampiri saya yang akhirnya berhasil mendapatkan sebotol bensin dan mengisikannya pada motor saya.

"Hatur nuhun Kang Arman..", seraya memberkan kunci, STNK, dan selembar uang utnuk mengganti bensin motornya yang lupa buat saya isi bensin

"Naon ieu? teu kedah atuh kang..", sambil mengembalikan lagi lembaran uang yg saya berikan

"Ieu mah kangge ngagentosan bensin motorna kang..", saya masukan uang itu pada saku celanyanya..

"Eh, nuhun atuh nya..."

"Sami-sami kang, saya nu kedahna nuhun ka akang", sambil berpikir dan tetap tidak percaya da orang yang percaya ngasih motor dan stnknya pula sama orang yang baru dikenalnya.

Kemudian saya menjadi terharu. Dan terus bergema dikepala saya.

"Laki-laki itu bernama Armand", kata gema dikepala saya

Laki-laki itu bernama Armand.

Laki-laki itu bernama Armand.


Wednesday, December 17, 2008

Kebahagiaan yang tertunda!

"jadi 2 bulan terkhir ini sy tengah tergila2 dengan facebook.. gila! betapa alat social networking ini benar2 banyak guna dan mangpaatnya... juga tentu saja banyak bisanya... dari yang halal dan barokah sampe yang haram dan banyak madharatnya...

mungkin banyak yang cuma menggunakannya buat bersenang2 saja.. namun tenyata banyak juga yang menggunakannya untuk hal yang bermanffat...

terberkatilah facebook..

bahkan sekarang kita bisa ngeblog dari facebook! seperti yang saya lakukan sekarang..."

(tulisan diatas dari blog yang saya posting dari facebook bertanggal 16 Desember 2008)

TERNYATA TIDAK! saya tertipu.. ternyata meski postingan blog itu tampil di facebook namun dia tidak tampil dihalaman blog aslinya.. entahlah, memang seperti itu atau saya yang tidak mengerti cara menggunakannya... yang pasti ternyata konsepsi web 2.0 itu emang edanlah! kita bisa seharian didepan komputer tanpa ngerasa lelah, cape dan autis...

Nah, semoga saja konsepsi ini semakin berkembang dan menggila saja... hingga kemudian nanti saya bisa melakukan segala aktifitas di jagat maya hanya dengan menggunakan satu website saja...

Ahhhhh... ngomong apaan sih?!

Monday, December 08, 2008

Heaven For Insanity

Batal mengunjungi Jiffes 10th mungkin adalah satu hal yang paling menyebalkan di akhir tahun ini. Terserang flu berat yang menyebalkan serta beberapa pekerjaan kejar tayang adalah penyebabnya. Kenapa Jiffest 10th kerasa penting buat saya?

Pertama
, Ada 3 film temen yang diputer; Heaven For Insanity-nya Dria, The Last Journey-Endah WS, dan JaliJoni-nya Isha Hening. ketiganya temen di Scrip Develompent Competition 2007.

Kedua
, Gosip dari sana-sini kalo ini bisa jadi Jiffest terakhir.


Ketiga, kegagalan menyelesaikan film Wheelchair Story hingga tak jadi dikirim ke festival ini hingga persoalan kegagalan mengirimkan script buat Scrip Develompent Competition 2008.

Tapi apa mau dikata. "Tak terbantahkan", meminjam terminologi seorang teman.

Walhasil, googling adalah solusi terakhir daripada henteu pisan. Setelah tersesat kesana-kemari, akhirnya sampailah pada satu temuan tentang film-nya Dria. Sial! ini film yang sebenarnya pengen banget sy tonton. Karena menurut gosip, film ini di support banget sama Leonard dan Orlow, dua filmaker bule yang concern banget sama Jiffest.


Gagal menyaksikan filmnya, sy cuma dapet video liputannya dari Liputan6.com. Nih!





Daripada tidak sama sekali... selamat menyaksikan dan menyiksakan!

Tuesday, December 02, 2008

Setelah membuat blog Ilmuwan Kecil

Alhamdulillah... akhirnya selesai juga membuat blog Ilmuwankecil. blog ini adalah proyek masa depan saya dan kekasih saya. Blog ini berisi Percobaan-percobaan sederhana dengan target market pelajar sekolah dasar.

Ide awalnya sih, bagaimana caranya biar anak-anak SD di Indonesia bisa tahu tentang fenomena science yang bisa dipraktekkan dengan peralatan sederhana. Niatan besarnya adalah pengen bikin hobby group SIMPLE SCIENCE buat anak-anak yang pastinya edukatif. Kaya semacam KIR lah kalo di SMA.

Setelah otak-atik sana-sini dan hunting template kesana-kemari akhirnya dapet juga template yang asik dan cocok. Dipoles dengan sedikit skill html akhirnya blog ini selesai. Sekarang giliran Bu Guru Rindu yang ngurusin contentnya..

Akhirnya semoga ini bisa jadi kenyataan dari mimpi besar kita berdua bu guru!

Monday, December 01, 2008

akan mulai serius ngeblog... insyaallah...

awalnya adalah gara2 memikirkan tentang proyek beritatani.com yang tak kunjung usai...
tentang pertimbangan antara format website atau blog...

bim-bim bertanya, "emang bedanya apaan?"

"kamu lihat deh perbedaan antara www.perspektif.net dengan www.trubus-online.com bim, kayanya lebih enak kalo kamu liat langsung ajah biar jelas.."

"pokoknya kalo pake konsep blog kita bakal lebih kerasa "interaktif" sama user yang berkunjung di beritatani.com, dan otomatis dari gaya bahasa sampe penyampaian persoalannya pun akan berbeda... kayanya kalo pake konsep blog itu lebih 2.0 lah... heheww..."

"oh jadi kamu pengennya lebih interaktif gitu ya?"

"kurang lebih gitulah bim..."

"ari kamu sendiri aktif ngeblog ga dung?"
"heh... boga sih alamat blog, ngan tara ngeblog... tapi akan saya mulai biasakan ngeblog lah bim.. demi beritatani.."

akhirnya, mulai hari ini saya akan berusaha menyempatkan waktu minimal 2 kali seminggu buat ngeblog... insyaallah... tentang apa saja, tentang hari-hari, tentang berita di tivi, tentang percintaan, tentang apa saja...

Wednesday, October 29, 2008

tampilan baru...

hehoheho... akhirnya tuntas juga ngotak-atik tampilan ini... meskipun masih sangat cupu tak apalah... sebab cupu itu kalo pake bahasa perwayangan insyaallah artinya "perhiasan"...

seorang teman pernah bilang, kalo kita itu harus kaya batu berlian... semakin banyak sisinya semakin mahal...

gw coba percaya aja kalo gw emang perhiasan berharga buat semua org... sehingga gw lebih suka "ditemukan" bukan mencari...

Friday, September 26, 2008

GENTING : my last performance in JAF 2008

Wednesday, May 21, 2008

tolak!

TOLAK
KENAIKAN
BAHAN
PANGAN
SEKARANG
JUGA!

Monday, November 05, 2007

MALEM-MALEM AMPLOP COKLAT

:cerpen buat Aliet, Alip, Heri, Kun-kun, Jaya, Reza, dan Kang Wawan

Malam ini biasa-biasa saja. Cuma ada lagu Iwan Fals dan data-data yang masih saja aku ratapi di komputer old skool ini. Di depan tivi ada ada 2 botol air mineral. Diatasnya ada antena warna jingga. Henpon dihubungi dua nomor esia yang ga dikenal. Cuma miskol aja. Siapa ya? Ah, peduli amat!

Aku kaget! Di atas meja ada amplop coklat tebel banget. Amplop coklat yang mirip banget sama amplop-amplop duit di bank-bank. Biasanya sih isinya duit. Dan sepertinya ini memang amplop coklat isi duit. Mau di ambil tapi deg-degan. Ambil jangan ya? Tapi kalo diambil takut dosa. Da bukan hak saya. Ambil? Jangan? Ambil? Jangan?

Ambil ah...

Jangan ah...

Ambil!


Amplopnya sekarang udah ditangan. Aku deg-degan. Pengen buka isinya, tapi takut. Buka? Jangan? Buka? Jangan? Buka!

Asik! Isinya duit semua... ada 8 gepok duit warna merah semua. Seratus ribuan... jumlahnya pasti banyak banget.... kalo satu gepoknya isi seratus lembar, berarti semuanya ada 80 juta. Banyak banget!

Mungkin ini mah rejeki aja dari Allah....


Allah malem ini lagi baek banget. Ya, emang Dia suka baek banget sama siapa aja. Termasuk aku.


Besoknya...


Duit yang delapan puluh juta itu aku bawa ke kantor. Di kantor ada Alit, Jaya, Heri, Alip, Kun-kun, Reza, sama Kang Wawan. Semuanya lagi pada ngelamun aja. Pada pengen ngeroko tapi ga punya. Kasian banget mereka. Aku jadi pengen banget beliin mereka roko Dji Sam Soe kesukaan Kang Wawan. Tapi kan duit di dalem tas ada banyak banget. Masa cuma beliin mereka rokok Dji Sam Soe aja.


Ah, gini aja! Nanti pulang kerja aku ajak mereka semua pada makan di Cafe Citra.


Ga sabar banget ajak semuanya makan-makan. Terus udahnya beliin rokok. Dji Sam Soe mereknya.

Sorenya...


Kita semua rame-rame pada makan di Kafe Citra.

“Jaya mesen Nasi Gila, terus pake Chicken Katsu, minumnya Milk Shake Strawberry”, kata Jaya semangat banget.

“Alit, Bebek ala Prancis pake saus barbeque. Minumnya es teh susu”

“Alip, Pengen nasi gila juga, tapi minumnya Ice Chocolate Originalle”

“Kun-kun mah, ayam bakar tapi nasinya nasi lemak, minumnya Es teh manis, terus pengen Es krim goreng ya Kang....”

“Saya mah, ga makan ah... sok inget ka budak euy...”, Kang Wawan kelihatan selera makan karena inget anak istrinya dirumah.

“Sok aja kang milih aja, buat anak sama istri akang mah di bungkus aja.... “, saya juga kasihan dan inget sama anak sama istriny Kang Wawan.

“ Ya, udah atuh... saya makan Nasi Gila aja.... buat anak sama istri saya mah sukanya ayam bakar aja... “

“Tulis za....”, ujarku pada Reza yang dari tadi nulis pesenan.

“Kamu mau apa ri?”, tanya ku pada Heri...

“Saya mah ga makan ah Kang, nanti aja di rumah... tapi pengen Eskrim goreng ya...”

“Satu aja ri? Rasa naon?”

“Iyalah, satu aja. Rasa naon nya?”

“Udah ri, smua rasa aja kamu pesen... kamu suka banget kan?”

“Boleh, boleh....”, jawab Heri seneng banget.

“Saya mah, Nasi Gila pedas aja, minumnya..... es kopi pahit”

Reza nulis semua pesenan, termasuk pesenan dia juga. Terus ngasihin catetannya sama pegawai cafe Citra. Yang punya Cafe kayanya seneng, karena pesenan kita banyak banget.

Singkat cerita, selepas makan enak dan bayar makan sore itu. Totalnya 356.000. Duitnya ngambil dari amplop cokelat itu. Ga lupa pesenan Kang Wawan buat anaknya.

Pulang dari Cafe Citra, kita semua pada maen dulu ke toko henpon di daerah Buah Batu. Pengen banget beliin mereka henpon baru. Tapi mereka kayanya belum tahu aku lagi banyak duit, dan pengen beliin mereka semua henpon baru.

“Sok, pada pengen beli henpon apa?”

“Ah, duitnya ga ada Kang... “

“Santai aja Ri, biar saya yang bayar....”

“Nu bener Kang? Jaya dibeliin juga ga?”

“Sok aja, semuanya saya beliin. Tinggal pilih aja aja. Nanti saya yang bayar.”

“Ga usah Kang ah, ngerepotin....”, kata Kang Wawan.

“Sekalian aja kang, sama buat istri akang... Sok aja pilih...”

“Ya udah saya pilih ini aja dua...”

“Masa itu kang, pilih yang bagus atuh... Sok aja semuanya pada milih... Jangan malu-malu”

Pulang dari toko henpon semuanya udah bawa kardus henpon sendiri-sendiri. Semuanya seneng banget keliatannya. Apalagi Heri, henpon lamanya udah ga ada gambarnya. Ga lupa juga semuanya pada diisiin pulsa. Masing-masing tiga ratus rebu.

Sekarang mereka harus pada pulang, udah malem katanya.

“Eh, sebelum pulang kita Ke Karapitan dulu... beli Martabak San Fransisco buat dibawa kerumah masing-masing ya...”, sahutku pada mereka semuanya.

“Aduh Kang, udah lah.... meni segala rupa...”

“Ngga apa-apa... ini mah oleh-oleh buat orang-orang dirumah... enak tau makan martabak ini malem-malem. Mereka belum pada tidur kan?”

Akhirnya mobil belok dan parkir tepat didepan tukang martabak yang malem ini agak sepi ga seperti biasanya. Kita mesen 14 loyang martabak. Masing-masing bawa 2, yang manis satu, yang asin satu. Semuanya kebagian. Ga ada yang ga seneng malem ini. Semuanya pada seneng-seneng banget.

“Pada lapar ga? Kita makan dulu di Ceu Mar yu?”

“Dimana itu teh kang?”, tanya Heri polos

“Adalah, di deket Taurus Banceuy itu... Enak banget... pada mau ngga?”

Semua diem senyum-senyum ga ada yang nolak. Akhirnya mobil parkir tepat didepan toko bir legendaris itu. Taurus namanya.

Kita sekarang pada makan di Ceu Mar. Semua seneng banget. Heri lagi telpon ibunya, laporan. Jaya, lagi telepon Pingky. Alit, lagi ngahereuyan bencong yang pada makan dideket kita. Keliatan banget kalo Alit ahli banget ngahereuyan bencong. Alit udah biasa maen sama bencong.

Habis makan dan bayar, kita pada pulang ke rumah masing-masing dianterin Reza yang mobilnya baru saya isiin bensin full tank.

Akhirnya saya nyampe rumah juga. Ngantuk banget. Tapi ada sms masuk. Dari Kun-kun.

Mkasih ya kang, buat henpon ma mrtbknya.

amplop coklat ada duit dua juta juga dari

Kakang ya? Nuhun pisan kang...

Message reply.

Ya itu mah lumayan aja, bisi kalian pengen

ngasih orang tua. Sing barokah nya...

Message sent.

Dateng lagi sms yang isinya hampir sama. Tentang henpon, martabak, sama amplop coklat isi dua juta. Ya, balesnya sama aja. Ya itu mah lumayan aja, bisi kalian pengen ngasih orang tua. Sing barokah nya...

Malem udah larut banget. Mata udah ngantuk. Di meja masih ada amplop coklat. Isinya sisa dari duit yang delapan puluh juta yang tadi udah dibagiin buat Heri, Alit, Alip, Jaya, Kun-kun, Reza, sama Kang Wawan. Sekarang bobo ah... Kan besok harus kerja lagi pagi-pagi.


Sari Asih, 5 Oktober 2007 | 02.00 sebelum sahur

anggawedhaswhara

Saturday, September 15, 2007

melihatmu mengenakan kerudung putih kesukaanku...

lama benar menanti waktu perjumpaan sore itu, hingga akhirnya kau kirim gambar amplop di ponselku... kemudian selepas tiba dirumah segera saja ku kenakan kaos hitam kesukaanku yang membuatku lebih percaya diri saat menemuimu... saat itu aku datang juga menunaikan janjiku menemuimu... dan aku ingat benar peristiwa selepas sholat isya itu... kau cantik benar malam itu, mengenakan kerudung putih kesukaanku... setelah itu aku melihatmu dilangit-langit kamar, di kartu atm, di celengan, di dalam ransel kawanku yang kubawa melancong, dalam pertanyaan mamah, pada canda papah, pada sindiran-sindiran tengil adikku, di kulkas, dibotol air minum, di televisi, diatas kanvas yang tak juga bisa aku lanjutkan lukisannya, di buku seno gumira, di buku eko prasetyo, di puisi mustofa bisri, di lagu sindentosca, di katalog notthat balai, di kitab barzanji, di kamarku!

hehe... aku lihat kamu lengkap dengan kerudung putihmu yang aku suka yang baru pertama kali aku lihat, lalu menjadi kerudung putih kesukaanku...

Sunday, August 05, 2007

berjumpa kucing

tadi malam aku berjumpa kucing!
ia hangat dan melompat dalam mata..
tadi malam aku berjumpa kucing!
ia cantik dan mempesona..
tadi malam aku bermimpi berjumpa kucing, dan tersenyum menatap sunset di centralmarket

kemudian aku rindu pulang..
rindu kabarkan bunda..
rindu tanyakan cinta..
dan belum sempat kutanya kabar,

aku terbangun membuka gambar amplop diponsellku..

kucing?

Thursday, August 02, 2007

my 1st day at notthatbalai malaysia art fest 07

dari atas pesawat sudah nampak kumpulan pohon sawit yang berkumpul rapi mirip rumput sintetis dilapangan futsal... pagi itu malaysia hujan, nampak dari kumpulan pohon yang berkilauan dan getaran pesawat yang menabrak awan tebal yang bikin deg-degan... akhirnya pesawat landing dan benar saja hujan turun sbelumnya dan udara masih dingin....

ini adalah pengalaman pertama guah ke luar negeri... deg2an juga bingung gimana cara masuk negara orang, yang akhirnya membuat guah mengandalkan intuisi belaka.. turutlah mengantri masuk bersama rombongan beberapa orang indonesia yang turun dari pesawat yang sama.. yang heran, tak seperti penumpang lain guah dan beberapa orang indonesia dikumpulkan disuatu tempat dan diberi pengarahan... pokoknya tentang malaysia dan bekerja dimalaysia... damn! ternyata guahsalah barisan dan dikira tki yang mo kerja di Indonesia... buat guah dugaan itu sih tak jadi soal hanya ternyata guah jadi sadar bahwa sedih banget jadi orang indonesia di malaysia... selalu dituduh mau bekerja dan dicurigai sampe2 dibandara perlu didata dulu... sial!

persoalannnya akhirnya selesai dengan menunjukkan surat undangan dan guah keluar dari "pengarahan" tak penting itu untuk mengurus segala sesuatunya sendiri... dan ketika sampe di counter imigrasi masih ditanya2 lagi tentang apakah guah datang buat kerja? damn! guah emang mau kerja... pekerjaan guah seniman dan guah datang karena diundang... GUAH DATANG ATAS PERMINTAAN SENIMAN MALAYSIA! tetep ajah guah dicurigai sebagai tki ilegal, hingga akhirnya guah tunjukkan tiket buat pulang tanggal 8 ke Indonesia barumereka bertanya "oh, mau melancong ya?", urang ngguk we tanda setuju padahal dina hate ambek jeung hayang ngagorowok "aing diondang ku bangsa maneh datang ka dieu!"

setelah ngambil bagasi masuklah guah ke pemeriksaan terakhir.. dan sambil memasang wajah garak si pemeriksa bertanya "passportnya mana?", guah tunjukkan lah buku kecil hijau bergambar garuda didepannya. dan lelaki itu bertanya lagi,

"mau kerja?",
"akhirnya nanggung guah jawab,
"iya, kerja bangunan...",
"sampai kapan?" ,
"tanggal 8 agustus",
"cepat benar..."

"sial! dia sangka bener..." sahut guah dalam hati sambil males benar komentar lagi...
namun untung urusan disini tak terlalu panjang...

nah, ternyata gua liat juga yang namanya KL... ternyata kotanya ga terlalu spesial... hampir mirip Jakarta... tapi sedikit lebih tertata.. tapi tetep aja secara kota besar, macet...

disini guah tinggal di Lost Generation Space! tempat kumpul, studio, sekaligus galery seniman muda disini... dan guah tinggal dikamarnya poodien... he's a nice guy! he's really help me to make my journey is possible... thanks bro! (hehehe,kitu lain bahasa inggrisna?)

belum banyak yang guah kerjain, selain jalan ke anexxe galery di central market buat liat venue performance guah dan kemaren sore main ke Gudang liat mas Samuael Indratma dari jogja lagi workshop buat karya muralnya bareng seniman2 muda lokal... malemnya karena capek dan ngantuk akhirnya langsung balik ke Lost Generation untuk langsung tidur... tapi ternyata disini banyak orang... damn! belum lagi bau "rumput" yang mengganggu namun tak terhindarkan...

segitu dulu dongan lawatan hari pertama guah... masih banyak dongeng... ada tentang rombongan sirkus keren yang tinggal bareng guah di Lost Generation... dan banyak lagi lainnya...

BTW, malem ini guah baca puisi di BAU BAU CAFE di central market.... what? baca puisi? yup! puisi guah sendiri tentunya... :)) malu gini! secara di Indonesia ga pernah baca puisi hadapan publik begini... tapi baelah! negong! mumpung ka luar negeri... iraha deui....

Peun ah! piduana we ti sadayana... mugi tiasa dugi deui di bandung ping 8 agustus....

salamlekum!

Tuesday, July 31, 2007

jadi ke malaysia!

asik uing jadi euy ka malaysia isukan.. ayeuna keur pesen tiket... membawa nama indonesia dalam tanda kurung di belakang nama kita ternyata asa gagah.... tapi biasa wae lah... nu penting cita2 tertinggi performer artis terlaksana.. :)) c u in kl!

Sunday, July 08, 2007

dari revolusi hijau hingga revolusi merah jingga..

senja itu matahari ibukota redup tak terbantahkan dan kita masih saja terlena dalam romantisi perlawanan kita akan keangkihan revolusi hijau yang dusta itu. dan pergerakan akan segera kami mulai... selepas janji-janji kami akan datang dan menyiapkan revolusi sesungguhnya versi kami!

hanya saja... kami memang kumpulan manusia biasa saja yang juga terjebak dalam keinginan percintaan yang dalam...

hingga perbincangan senja itu yang dimulai oleh pemberontakan atas revolusi hijau menggeser sedikit dan menyinggung pada revolusi merah jingga..

Related Posts with Thumbnails